saya ibu yg jahat

Sebuah kisah dari Ireland Utara yang diterjemahkan ke bahasa Melayu. Harus menjadi iktibar semua insan bergelar ibu dan ayah.

Oh, Tuhan, izinkan aku menceritakan hal ini…, sebelum ajal menjemput ku… 20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang bayi laki-laki, wajahnya comel tetapi nampak bodoh. Sam, suamiku memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahawa anak ini memang agak terkebelakang. Saya berniat mahu memberikannya kepada orang lain saja supaya dijadikan budak atau pelayan bila besar nanti. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Pada tahun kedua kelahiran Eric, saya pun melahirkan pula seorang anak perempuan yang cantik. Saya menamakannya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, begitu juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikan pakaian anak-anak yang indah-indah… Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa helai pakaian lama. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarang dengan alasan tiada wang. Sam terpaksa menuruti kata saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun ketika itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin bertambah. Saya mengambil satu tindakan yang akhirnya membuatkan saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya bersama Angelica. Saya tinggalkan Eric yang sedang tertidur lelap begitu saja. Setahun.., 2 tahun.., 5 tahun.., 10 tahun.. berlalu sejak kejadian itu. Saya menikah kembali dengan Brad, seorang lelaki dewasa. Usia pernikahan kami menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya seperti pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica sudah berumur 15 tahun dan kami menyekolahkan dia di sekolah jururawat. Saya tidak lagi ingat berkenaan Eric dan tiada memori yang mengaitkan saya kepadanya Hinggalah le satu malam… Malam di mana saya bermimpi mengenai seorang anak… Wajahnya segak namun kelihatan pucat sekali… Dia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum dia berkata, “Makcik, makcik kenal mama saya? Saya rindu sekali pada mama!” Sesudah berkata demikian ia mulai pergi, namun saya menahannya, “Tunggu…, saya rasa saya kenal kamu. Siapa namamu wahai anak yang manis?” “Nama saya Eric, makcik.” “Eric…? Eric… Ya Tuhan! Benarkah engkau ni Eric???” Saya terus tersentak dan terbangun. Rasa bersalah, sesal dan pelbagai perasaan aneh yang lain menerpa diri saya pada masa itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah yang terjadi dulu seperti sebuah filem yang ditayangkan kembali di kepala saya.

Baru sekarang saya menyedari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mahu mati saja saat itu. Ya, saya patut mati…, mati…, mati… Ketika tinggal seinci jarak pisau yang ingin saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di fikiran saya. Ya Eric, mama akan menjemputmu Eric, tunggu ya sayang!… Petang itu saya membawa dan memarkir kereta Civic biru saya di samping sebuah pondok, dan ia membuatkan Brad berasa hairan. Beliau menatap wajah saya dan bertanya, “Mary, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kita berada di sini?” “Oh, Brad, kau pasti akan membenciku selepas saya menceritakan hal yang saya lakukan dulu,” Aku terus menceritakan segalanya dengan terisak-isak… Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Selepas tangisan saya reda, saya keluar dari kereta dengan diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mula teringat yang saya pernah tinggal dalam pondok itu dan saya tinggalkannya, Eric.. Eric… Di manakah engkau? Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri pondok tersebut dan membuka pintu yang diperbuat daripada buluh itu… Gelap sekali… Tidak terlihat sesuatu apapun di dalamnya! Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemui sesiapapun di dalamnya. Hanya ada sehelai kain buruk yang berlonggok di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan betul-betul… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain itu . Ini adalah baju buruk yang dulu dipakai oleh Eric setiap hari… Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sangat sedih dan bersalah, sayapun keluar dari ruangan itu… Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki kereta untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang berdiri di belakang kereta kami. Saya terkejut sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang sangat kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Saya terkejut lagi apabila dengan tiba-tiba dia menegur saya. Suaranya parau. “Heii…! Siapa kamu?! Apa yang kamu mahu?!” Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apakah ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulunya tinggal di sini?” Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu adalah perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mama…, mama!’ Kerana tidak tahan melihat keadaannya, kadang-kadang saya memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemungut sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan sehelai kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…” Saya pun membaca tulisan di kertas itu… “Mama, mengapa mama tidak pernah kembali lagi…? Mama marah pada Eric, ya? Mama, biarlah Eric yang pergi saja, tapi mama harus berjanji mama tidak akan marah lagi pada Eric. Bye, mama…” Saya menjerit histeria membaca surat itu. “Tolong bagi tahu.. di mana dia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi! Tolonglah cakap…!!!” Brad memeluk tubuh saya yang terketar-ketar dan lemah. “Semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum kamu datang, Eric sudah meninggal dunia. Dia meninggal di belakang pondok ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang pondok ini tanpa berani masuk ke dalamnya. Dia takut apabila mamanya datang, mamanya akan pergi lagi apabila melihatnya ada di dalam sana… Dia hanya berharap dapat melihat mamanya dari belakang pondok ini… Meskipun hujan deras, dengan keadaannya yang lemah ia terus berkeras menunggu kamu di sana. Dosa kamu tidak akan terampun!” Saya kemudian pengsan dan tidak ingat apa-apa lagi. Semoga menjadi pelajaran bagi kita sebagai orang tua ataupun bagi yang akan berkahwin. Janganlah menyalahkan apa yang sudah diberikan oleh Allah. Tetapi hargailah apa yang diberikan oleh Allah. Dan cuba bersabar. Kerana DIA tidak akan memberikan sesuatu apapun dengan sia-sia.

Hasil Nukilan : Nurulhilyati Abdul Halim

Pemilik Raudhatunnaim.Com

derita merindu – ahli fiqir

(Rap)
Kau katakan cinta gunakan akal
Bila aku gunakan, kau yang menyangkal
Bagaimana nak kekal
Kau katakan cinta gunakan minda
Bila aku gunakan, kau yang tak percaya
Bagaimana nak bahagia

Maafmu tak bererti, kau mudah sesali
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai

Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu
Tak ku kenal lagi engkau siapa

(Rap)
Dan aku cuba sedaya upaya
Telah ku usaha dengan sepenuh jiwa
Bagaimana hendak ku lupa
bayangan wajahmu selalu di depan mata
harum baumu masih dapat ku hidu
Bagaimana ingin aku membencimu
Jikalau setiap hari merindu
Sekiranya derita merinduimu itu sebenarnya bahagia..
Aku pilih derita..

Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa

Mungkinkah esok atau lusa walau biarpun lama
Akan ku biar tiada ku tetap kan setia
Entah bila akan tiba sampai jua harimu yang sama
Esok seperti semalaman yang tak berubah

(Ulang) (2x)
Kaulah tanda tanya.. kau tiada titik noktah
Ku dibuai mimpi lena dikejut igau semula
Kaulah tanda tanya.. kau tiada titik noktah
Ku dibuai mimpi lena dikejut igau semula

(Rap)
Seandainya kau berada di depan mata
Mudah untuk aku berkata-kata
Supaya dapatku melihat seraut wajahmu
Walaupun belum tentu kau mahu bertemu
Apalagi memandangku
Setelah ku turutkan segala kemahuan kau mainkan perasaan
Begitu mudah kau ucapkan terimalah saja kenyataan..
Aku masih terkilan

Maafmu tak bererti, kau mudah sesali
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai

Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa

(Rap)
Jika kau dapat memahami hati seorang perindu
Baru kau tahu derita hatiku
Jika suatu hari nanti giliran kau merindu
Baru kau ingat derita diriku
Segala yang berlaku bukan kemahuanku
Apa gunanya bahgia
Jikalau bahagia bersamamu hanyalah untuk sementara waktu
Aku pilih derita merinduimu

Maafmu tak bererti, kau mudah sesali
Berulang kali telah kau mungkiri
Manis mulut berjanji terpedaya lagi
Menanti biar terus didustai

Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa
Kaulah bahagia (bagiku)
Kaulah derita (bagimu)
Esok lusamu, tak ku kenal lagi engkau siapa

kisah cinta sang isteri

Suami saya adalah serorang jurutera, saya mencintai sifatnya yang semulajadi dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya.

3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahawa saya mulai merasa letih…lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya. Tetapi, semua itu tidak pernah saya perolehi. Suami saya jauh berbeza dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkahwinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahawa saya inginkan penceraian.

“Mengapa?”Dia bertanya dengan nada terkejut.
“Siti letih, Abang tidak pernah cuba memberikan cinta yang saya inginkan.” Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang boleh saya harapkan daripadanya? Dan akhirnya dia bertanya. “Apa yang Abang boleh lakukan untuk mengubah fikiran Siti?” Saya merenung matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.

“Siti ada 1 soalan, kalau Abang temui jawapannya didalam hati Siti, Siti akan mengubah fikiran Siti; Seandainya, Siti menyukai sekuntum bunga cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk Siti?”

Dia termenung dan akhirnya berkata, “Abang akan memberikan jawapannya esok.” Hati saya terus gundah mendengar responnya itu.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menenui selembar kertas dengan coretan tangannya dibawah sebiji gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan…

‘Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan Abang untuk menjelaskan alasannya.” Kalimah pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.

“Siti boleh mengetik dikomputer dan selalu mengusik program didalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang supaya boleh membantu Siti untuk memperbaiki program tersebut.”

“Siti selalu lupa membawa kunci rumah ketika Siti keluar, dan Abang harus memberikan kaki Abang supaya boleh menendang pintu, dan membuka pintu untuk Siti ketika pulang.” “Siti suka jalan-jalan di shopping complexs tetapi selalu tersasar dan ada ketikanya sesat di tempat-tempat baru yang Siti kunjungi, Abang harus mencari Siti dari satu lot kedai ke satu lot kedai yang lain mencarimu dan membawa Siti pulang ke rumah.”

“Siti selalu sengal-sengal badan sewaktu ‘teman baik’ Siti datang setiap bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memicit dan mengurut kaki Siti yang sengal itu.”

“Siti lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau Siti akan menjadi ‘pelik’. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan Siti dirumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal kelakar yang Abang alami.”

“Siti selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesihatan mata Siti, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kukumu dan memandikanmu.”

“Tangan Abang akan memegang tangan Siti, membimbing menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”

“Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Kerana, Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang.”

“Sayangku, Abang tahu, ada ramai orang yang boleh mencintaimu lebih daripada Abang mencintai Siti.”

“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata Abang tidak cukup bagi Siti. Abang tidak akan menahan diri Siti mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan Siti.”

Airmata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuatkan tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.

“Dan sekarang, Siti telah selesai membaca jawapan Abang. Jika Siti puashati dengan semua jawapan ini, dan tetap inginkan Abang tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri di luar sana menunggu jawapan Siti.” “Tetapi, jika Siti tidak puas hati, sayangku…biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang-barang Abang, dan Abang tidak akan menyulitkan hidupmu. Percayalah, bahagia Abang bila Siti bahagia.” Saya terpegun. Segera mata memandang pintu yang terkatup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah beransur-ansur hilang dari hati kita kerana kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam ‘kewujudan’ yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam ‘kewujudan’ yang tidak pernah kita bayangkan sebelum ini.

p/s..setahu fara, laki mmg camni..susah nk pamerkan perasaan syg dowang..susah nk mengungkap kate2 manis tp jauh di sudut ati tersimpan perasaan yg amat dlm tok kite… but zaman skang laki byk gak yg hanye pandai menghemburkan janji2 manis jew…

sumpah!! aku rindu kowang…

aku vs cermin mata

hye kowang..td aku gy belayar kat blog en_me..beliau bercerita tentang sejarahnye memakai cermin mata..klu kowang nk taw, dari taun lepas gy aku n kwn2 da pashan yg aku ni perlu pakai cermin mata..tapi aku wat x kisah jew..

so, last week terdetik ati aku tok gy check mata..didapati power mata kanan aku 200 n mata kiri aku 200.. aku rasa x de la tgi sgt power aku..tp pekerja kat kedai spek tu suh aku wat spek. kowang rase perlu ke aku wat spek?

aku pun x taw la nk wat ke x..ade owg ckp klu kite pakai spek lg cepat power mata kite bertambah..gy pun muke aku cam x sesuai je ngan spek.. cam nenek la..ahaks… ape pendapat kowang erk? klu aku beli, cermin mate yg camne erk nk beli…aduhai….

kekasih yang tak dianggap-kertas band

aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

selalu itu yg kau ucapkan padaku

reff:
sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah

aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

repeat reff

sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

repeat reff

cahaya di ufuk timur…

Namamukah yang tertulis di luh mahfuz sana?
Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?
Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?
Aduhai pria.
Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.
Jawab!

Kau takkan pernah dapat memberi jawapan
Kerna jawapannya bukan di tanganmu
Tetapi di tanganNya.
Di tangan Tuhan kita; Allah
Tuhanku dan Tuhanmu

Gelisahku memikirkan dirimu
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku
Aduhai pria
Maafkan aku.
Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu

Jemput diriku pabila waktunya tiba
Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia
Akan kucipta cinta bersama Dia
Sebelum kucipta cinta antara kita

Jadilah dirimu kumbang yang hebat
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar

“i’ve leave him for the sake of Allah”

Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu sayang
Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata
Yakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti

Dan sesungguhnya hari kemudian
itu lebih baik bagimu
daripada yang sekarang (permulaan).
Dan kelak Tuhanmu
pasti memberikan karunia-Nya kepadamu ,
lalu (hati) kamu menjadi puas.
[Ad dhuha: 4 & 5]

Untuk itu
Aku tinggalkan dirimu padaNya

Sesungguhnya
aku bertawakkal
kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu.
Tidak ada suatu binatang melata
melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya.
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.
(Allah Maha Adil)
[Hud: 56]

usah bersedih atas perpisahan sementara ini
jika benar dia tercipta untukmu
tiada apa yang dapat menghalangnya
sebelum saat itu tiba
berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan
mohonlah padanya dengan penuh mengharap

Yakinlah pada janji Allah!

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)
[An Nur: 26]

Dan tika kamu merasa lemah
Mohonlah kekuatan dariNya
Allah itu dekat
yakin pasti

Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,
maka mohonlah perlindungan kepada Allah.
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
[Fussilat:36]

p/s..trime kasih daffodil at-toriq..semoga Allah membalas jasamu…


formula2 kejayaan buat umat islam

entri kali ni dipetik dari buku ‘MOTIVASI MENJADI WANITA PALING BAHAGIA’ karya dr ‘aidh abdullah.bg sesapa yg x pernah bace, fara akan kongsikan formula2 kejayaan yg terdapat di halaman 279-280.

  1. formula utk mendpt kemuliaan adalah taat kpd ALLAH dan rasul-NYA.
  2. formula utk mendpt rezeki adalah berusaha disertai istigfar dan ketakwaan.
  3. formula utk mendpt syurga adalah tauhid..
  4. formula utk mendpt iman adalah merenungkan ayat2 ALLAH dan makhluk2-NYA.
  5. formula utk mendpt kebaikan adalah kejujuran..
  6. formula utk mendpt ati yg idup adalah merenungkan alquran, berdoa pd waktu mlm, dan meninggalkan perbuatan dosa..
  7. formula utk mendpt ilmu pengetahuan adalah bertanya dan menyemak dgn baik..
  8. formula utk mendpt pertolongan adalah sabar..
  9. formula utk mendpt kebahagiaan adalah takwa..
  10. formula utk mendpt nikmat adalah bersyukur..
  11. formula utk mendpt perasaan rindu kpd akhirat adalah menjaga zuhud dgn dunia,,
  12. formula utk mendpt kemakbulan harapan adalah berdoa..

so, klu kowang rase ni dpt membantu kowang, sila beli buku ni utk membace dgn lebih lanjut.. fara bg 3 1/2 bintang tok buku ni…

hadiah…

hadiah ni dtg nye dari owg yg kusayang.. dia kate benda ni kene bw sentiase time kuar..

nk taw x, benda pe?

payung la..huhuhu… unik kan payung…nmpk cam botol… simple jew corak nye..apiz ckp payung ni leh gune as senjata klu ade owg kcu..maklum la skang kan aku slalu blk lewat mlm dr tempat keje…tq apiz..

p/s..ape la maksudnye corak  pokok sebtg?

adek badek sony ericsson

hehehe…spt tajuk entry di atas, beberapa hari lepas telah lengakap adek badek aku pakai hp yg berjenama sony ericsson.. except mak n ayah yg pakai nokia..

ni hp along..baru beli..k660i..dia tgk pekerja dia gune ni, dia pun beli gak..dulu aku mmg nk hp ni coz design dia chomey tp camera dia 2mp jew..so,aku x jd belila…

ni hp abg ipar aku..ekceli, bkn ni hp dia.. x taw hp dia model ape.tp lebih kurang design dia dgn hp ni.. puas aku gali laman web sony tp x jumpe pun hp cam abg ipar aku..

ni hp angah..yari…plg canggih antara adek badek aku..baru beli ni… abesla pas ni akak aku asyik berposing sakan..maklum la hp ni kan 5mp..game pun men title2 jew…

ni hp aku tersayang…k770i.. cian dia skang ni tuan dia da mcm x jage dia.. x update isi dia.. tuan dia sibuk kejela..huhuhu…sori yea…

lastly,ni hp adek aku..w880i.. suke dgr lagu adek aku ni..so,aku suh dia beli hp ni..baru gak beli..kirenye dlm history family, aku owg pertama yg pakai sony lu…

p/s..nk pujuk mama n ayah la suh pakai sony..kire jd family sony la..pastu nk apply kat sony supaya kteowg jadi model hp sony..ahaks…

« Older entries